......"Hidup tanpa cinta bagaikan taman tak berbunga....begitulah kata para pujangga...."
Kutipan syair lagu diatas memang benar adanya, bahwa hidup kita akan terasa hampa tiada makna tanpa adanya pelengkap cinta. Cinta memang dapat menjadi bumbu tersendiri dalam melewati perjalanan hidup. Kehadiranya akan memberikan motivasi tak terucap, dimana dapat menjadikan penyemangat bagi sang pencinta untuk melakukan hal lebih. Jangankan bukit, gunung pun akan kita daki hanya karena cinta. Jangan kan sungai yang lagi banjir samudra pun akan diarungi hanya demi cinta.
Memang begitu besar pengaruh cinta bagi kehidupan seseorang. Dunia ini pun terjadi karena cinta.
Bumi menjadi lebih berwarna juga karena cinta. Jika kita ngomongin cinta pasti takkan pernah ada akhirnya, akan selalu ada episode yang selalu dinanti, meskipun itu harus mengharu biru dalam kelabu. Baik itu cinta dua sejoli, cinta terhadap sahabat, cinta terhadap sesama, cinta terhadap orang tua, dan bahkan cinta terhadap Sang Pencipta.
Terus ...sebenarnya seperti apa dan bagaimanakah cinta itu?..sekedar "ai lop yu" terhadap sang kekasih, sekedar ungkapan "sob.. aku butuh kamu", atau hanya sekedar mengucapkan selamat hari ibu, yang hanya kita sampaikan kepada sosok yang paling berjasa dalam hidup ini setahun sekali...itu juga kalau nggak lupa...hehehe..iya kan...?hayo jujur... Ehm....atau mungkin kita sering menyerukan nama TUHAN namun perilaku kita jauh dari sifat-sifat TUHAN...
Cinta itu bukan sekedar ungkapan yang keluar dari lisan kita, dan harus diketahui oleh orang lain atau mungkin orang banyak..Cinta itu bukan keluar dari otak kita. cinta itu terlahir dari hati. Cinta itu bukan matematika, namun cinta itu seni nan tinggi yang susah diungkapkan dengan kata-kata, namun dapat dirasakan (coba tengok kasih sayang dan cinta orang tua kita, pernahkah beliau mengatakan .."nak..ibu sayang banget ..."..jarang dan cenderung tidak pernah kan..? Meski demikian kasih sayang dan cinta beliau kepada anak-anaknya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri.)
Cinta adalah sebuah pengabdian..cinta adalah pelayanan...makanya cinta itu bukan matematika.
Cinta nan agung pasti lebih cenderung tak bersuara, cinta nan tulus takkan pernah mengharap balas budi. Cobalah kita tengok cinta matahari terhadap bumi. Matahari takkan pernah mengharap disinari kembali oleh bumi, meskipun demikian sang mentari akan terus menyinari bumi sampai kehidupan iniberakhir.
Apabila kita ingin menjadi pecinta sejati belajarlah kepada Ibu yang selalu menebarkan kasih sayang tanpa harap kembali. Biarkanlah keagungan cinta merasuk kedalam jiwa kita ..karena sesungguhnya hikmahnya hidup akan jauh lebih mendalam kita rasakan dengan cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar