Cerita Remaja.
Sebuah cerita kehidupan yang mengharu biru, penuh dengan kenangangan manis, lucu, menggelikan, menyedihkan, yang terkadang juga konyol dan menjadi titik balik perubahan seseorang. Masa remaja..dengan sejuta kenangan penuh keseruan bersama teman-teman sekolah, yang terkadang disertai kenakalan-kenakalan kecil gaya khas remaja yang polos nan lugu. Terkadang kenangan itu terasa manis tiada terkira, namun terkadang teramat begitu memilukan seolah enggan meneruskan hidup. Seolah alam tidak menghendaki kehadiran kita. Sebuah masa yang penuh dengan bumbu cinta monyet gaya remaja tulen.
Disaat mulai mengenal tentang arti cinta, terkadang dibuat stress oleh perasaan itu. Tiba-tiba saja menjadi pujangga dadakan, bak orang gila yang selalu menyenandungkan lagu cinta. Tak jarang terlihat tersenyum sendirian, tanpa sebab yang jelas.Tapi juga masih bingung bagaimana cara mengungkapkanya, mau tapi malu...mau tapi takut, takut di tolak juga takut mengungkapkannya. Sering terasa deg-degan tak karuan ketika melihat teman sekolah yang ditaksir lewat depan kelas. Lebih parah dari sekedar demam panggung, yang takkan terobati sekalipun harus minum obat penurun panas. Rindu yang tiada terkira ketika dia tak masuk sekolah. Sebuah kebahagian yang tak terkira tatkala ungkapan cinta diterimanya, sehingga semangat belajar terus membara. Andai saja dapat menghapus hari minggu, karena ingin selalu melihat senyum manis sang pujaan hati. Namun begitu terasa menyesakkan dada ketika harus berpisah dengan sang doi.
Cerita Remaja.
Kenakalan dan keseruan khas remaja pun selalu menghiasi hari-hari, yang sebenarnya bukan maksud untuk nakal, namun suatu bentuk dari gejolak jiwa remaja yang ingin mendapatkan pengakuan. Walau dengan konsekuensi harus berjemur di lapangaan upacara. Namun sedikitpun tak pernah membuat jera untuk bolos sekolah ataupun terlambat masuk kelas. Sesekali juga tak diijinkan mengikuti pelajaran karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah atau sekedar bikin keributan kecil sehingga guru kelas pun merasa kesal dibuatnya.
Banyak kejadian-kejadian konyol yang membuat perut sakit saat mengenangya di kemudian hari. Saat mengambil bekal makanan salah satu siswi sekelas. Makanan itu dimasukkan dalam baju, padahal badan masih berkeringat habis pelajaran olah raga di lapangan. Atau mungkin berulah di dapur sekolah karena tergoda oleh masakan sang penjaga sekolah. Kejadian itu bukan karena niat untuk berbuat kriminal, namun hanya sebagai wujud reaksi sesaat yang tentunya belum bisa mengarahkan diri untuk bertindak dengan dewasa.
Masih banyak beberapa kejadian-kejadian yang lucu, konyol, yang takkan pernah cukup diungkapkan dengan kata-kata. Namun kenangan itu tetap tersimpan dalaam sanubari, akan menjadi sebuah kenangan terindah dalam menghabiskan masa remaja penuh warna, yang kalau diibaratkan seperti salah satu merk perment, dengan tagline rame rasanya. Cerita remaja itu rame rasanya ada rasa asem, manis, pedas dan lain sebagainya.
Begitulah cerita remaja dengan sejuta kenangan yang kelak akan menjadi cerita indah. Mungkin hari ini malu, namun suatu hari nanti akan rindu. Bisa saja saat ini lucu, kelak akan bisa menjadi haru. Itulah masa remaja yang harus dilalui sebagi proses untuk menemukan jati diri. Sebuah pengalaman hidup yang pasti telah dirasakan oleh siapa saja, presiden, mentri, jenderal, kapolri, selebriti, bahkan seorang kyai sekalipun pasti mengalami masa-masa ini. Yang terpenting nikmati masa remaja itu dengan penuh kebahagiaan dalam sebuah bingkai remaja, tidak membiarkan diri menikmati masa remasa dalam balutan kehidupan orang dewasa yang tentunya bukan saja menjadikan tidak dapat menikmati masa remaja itu, tapi juga menjadikan langkah ini akan terhambat oleh cara penyikapan yang kurang tepat.
Tentunya hal ini akan menjadikan pribadi akan terkarbit menjadi dewasa belum pada waktunya. Ibarat buah rasa manisnya akan kurang sempurna.
Nikmati masa remaja dengan gaya khas keseruan remaja, yakinlah kelah akan menjadi kenangan indah.
Cerita Remaja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar