Alunan Sebuah Lagu Cinta.

Alunan Sebuah Lagu Cinta.
http://rohmaatwaluyo.blogspot.com

     Waktu terus bergulir menggerakkan jari-jemarinya, detik demi detik pun terus berlalu..meninggalkan angka yang telah terlewati. Hari pun terus berulang... tahun pun terus berlalu. Menjadikan sebuah kehidupan terus bergerak dan maju. Karena sesungguhnya arti sebuah kehidupan itu adalah sebuah perubahan dan pergerakan itu sendiri. Pohon mawar yang semula hanya menghijau karena daunya, kini telah bertumbuh dengan  hiasan beberapai tangkai mawar nan mengharum.

     Karena pergerakkan waktu itu pula yang telah memberikan warna yang berbeda pada seorang Intan.  Intan yang dulu adalah sesorang remaja putri  yang tomboy dengan potongan rambut khas cowok, sikap yang cuek dan seolah tak peduli, kini telah berubah menjadi seorang remaja putri  yang feminim dengan rambut panjangnya, meski terkadang masih suka terlihat sisa-sisa tomboynya dan sikap tengilnya. Tentunya kita takkan percaya jika bertemu dengan sosok Intan saat ini yang telah berubah.  Secara penampilan saja dapat terlihat baik itu dari style rambut, pakaian, maupun aksesories yang digunakanya.

     Siang itu memang tidak ada pelajaran tambahan sebagai persiapan untuk ujian kelulusan, sehingga Intan lebih memilih untuk pergi main ke tempat teman sekelasnya, Shinta. Memang mereka berdua telah akrab semenjak dari kelas satu SMA. “Huft….panasnya siang ini… jadi makin capek ya rasanya, meski engga ada pelajaran tambahan”… Intan merebahkan tubuhnya di tempat tidur Shinta. “mau yang seger..?”….Shinta menimpali.  “Minum es donk……” Nada Intan setengah meminta. “Ada  yang seger lagi lho….mau..?  Shinta menawarkan pilihan. “Apaan tuh…?” Intan jadi penasaran. “Minum es sambil mandi…..heheheehehehe…..”  Kamar tidur pun menjadi awut-awutan karena Intan merasa dikerjain Shinta.

     Siang itu memang terasa lebih panas, sehingga tenaga dan pikiran terasa lebih  capek. Dua orang sahabat itu terlihat sedang duduk santai didepan teras rumah sambil menikmati segelas es campur di tangan masing-masing, dan dihadapan mereka ada beberapa bunkus makanan kecil kesukaan mereka. Sesekali terdengar diantara pembicaraan mereka sebuah perdebatan kecil dan juga tawa lepas sebagai bukti keakraban diantara keduanya. Sepertinya mereka menikmati sekali obrolan siang itu. Namun..ditengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba saja Intan tertegun, seperti sedang menahan sesuatu. “Ngapain….kebelet….?” Tanya Shinta curiga. “Tahu nggak siapa tuh yang nyanyi…?” Intan balik bertanya. “Saudaranya tetanggaku” Jawab Shinta enteng. “Lihat yuuk..penasaran nih…” Intan menarik lengan Shinta. “Enggak ah ngapain malu-maluin aja..” Shinta menolak. “Ayoo…..pliss deh….” Intan mulai memaksa. “ Ada apaan sih ko aneh banget…kamu kesurupan ya…” Shinta makin penasaran di buatnya.

Alunan Sebuah Lagu Cinta.
     “Ehmmmm…..Shinta ngambil mangga aja yuk…”…Intan mulai mengeluarkan ide. “Intan..yang baik hati dan tidak somboong….Aku ga bias naik pohon…” Shinta menjawab dengan jujur. “Tapi ada meja kan..?yuuk kita pake meja aja….” Intan membujuk . Melihat sikap sahabatnya yang makin aneh itu, akhirnya Shinta luluh dan muncul perasaan nggak tega juga, meskipun dalam benaknya muncul beberapa pertanyaan aneh. “ Ada apa sih sebenarnya dengan Intan, sakit kah..?”

     Beberapa saat setelah bersusah payah dengan sebuah meja, Shinta pun telah berada di atas pohon mangga.  “Intan…cowo itu ganteng banget…” .Makin penasaran saja hati  Intan, dengan  suara nyanyian dari seorang cowok di rumah sebelah, Intan hafal betul karakter suara itu. Baginya suara itu begitu familier ditelinganya. Namun dia masih tidak percaya ada apa sebenarnya, mungkinkah karena halusinasinya saja, atau memang hanya kebetulan. Intan mencoba melompat untuk menerobos pandanganya kea rah suara itu, namun tetap saja gagal untuk mengetahui siapakah gerangan  sebenarnya yang menyanyikan sebuah lagu cinta itu. “Gentian don Shin…”  Intan mulai merengek.

     “Eiiiit…!!!!!!...” Hampir saja Intan jatuh. Intan terpeleset saat kakinya hendak  meraih dahan yang ada didepanya. Untung saja Intan lekas meraih batang pohon mangga itu. Tiba-tiba suara nyanyian tentang lagu cinta darii  rumahsebelah  itu pun terhenti. Terlihat  jelas oleh Intan. Bahwa sosok yang kaget oleh jeritanya itu adalah seseorang yang pernah dikenalnya, semakin deg-degan saja perasaan Intan. “Ada apa mbak..?” Suara itu mendekati tempat Intan dan Shinta yang sedang pura-pura nyari buah mangga. “Ngga apa-apa ko mas..” Intan spontan menjawabnya, sementara Shinta masih tertegun oleh kehadiran seseorang dari rumah sebelah itu.

     Mendengar jawaban Intan, cowo itupun kaget, dan penasaran juga setelah melihat Intan. Seolah dia  tak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Ehhmmm….Intan.. ya”..cowok itu akhirnya memastikan. “Ehhm…. iya…, Tony ya..” Intan menjawab dengan tersipu,ia pun berusaha memastikan terhadap apa yang dilihat di depannya itu. Rasa penasaran yang ada di benak Intan, terbayar sudah. Ternyata suara itu adalah suara Tony, kekasih hatinya dulu ketika dibangku SMP, masih begitu lekat dalam benaknya  sesuatu yang menyangkut tentang Tony termasuk suaranya, seseorang yang telah memberikan warna dalam kehidupan Intan sebagai cinta pertamanya. Kini mereka berdua telah menginjak dewasa, Tony telah menjadi mahasiswa, sementara Intan kelas tiga SMA. Mereka akhirnya  berbagi cerita dengan penuh keakraban,Intan pun memberi penjelasan kepada Shinta, bahwa mereka berdua pernah dekat dan saling mengisi sewaktu masih duduk di bangku SMP . Seolah memutar kembali kenangan-kenangana manis diantara keduanya. Sebuah pertemuan yang tak terencana, sebuah nostalgia asmara karena alunan sebuah lagu cinta. Keindahan cinta akan menjadikan hidup kita menjadi semakin indah.
Alunan Sebuah Lagu Cinta.

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar